⚛️

EduKimia Pro 3D

Lab Interaktif Drag & Drop Ikatan Kimia

Demo Login (Preview Mode):
Guru: admin / edudigital
Siswa: peserta / edudigital

Laporan Hasil Evaluasi Siswa

Waktu Praktikum Nama Siswa Materi Uji Skor Akhir

1. Ikatan Ionik (NaCl)

Pindahkan elektron valensi logam Natrium ke orbital Klorin secara manual.

2. Ikatan Kovalen (CH₄)

Rakit empat atom Hidrogen ke pusat Karbon untuk membentuk hibridisasi sp³.

3. Ikatan Logam

Visualisasi interaktif lautan elektron valensi terdelokalisasi pada kation kaku.

Meja Laboratorium 3D

Pilih salah satu modul praktikum di samping.

๐Ÿ–ฑ️ Klik & Drag: Memindahkan Elektron/Atom

Landasan Teori Ikatan Kimia

1. Mekanika Ikatan Ion (Elektrovalen)

Ikatan ion terbentuk akibat adanya transfer elektron penuh dari atom unsur dengan Energi Ionisasi rendah (logam) ke atom unsur dengan Afinitas Elektron tinggi (non-logam).

Pada pembentukan NaCl, atom Natrium ($1s^2 2s^2 2p^6 3s^1$) mendonasikan 1 elektron valensinya ke atom Klorin ($1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^5$). Hal ini mengakibatkan Natrium bermuatan positif ($Na^+$) dan Klorin bermuatan negatif ($Cl^-$). Keduanya terikat kuat oleh Gaya Elektrostatik Coulomb membentuk struktur kisi kristal padat bermata tiga ($3D\ lattice$).

2. Ikatan Kovalen & Hibridisasi Orbital $sp^3$

Ketika dua unsur non-logam berinteraksi, keduanya memiliki kecenderungan menarik elektron. Maka, terjadi pemakaian bersama pasangan elektron.

Pada molekul Metana ($CH_4$), atom Karbon mengalami Hibridisasi $sp^3$, di mana 1 orbital $2s$ dan 3 orbital $2p$ melebur membentuk 4 orbital hibrida baru yang setara secara energi. Menurut teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion), keempat pasangan elektron ini saling menolak sejauh mungkin sehingga menghasilkan geometri molekul Tetrahedral sempurna dengan sudut ikatan sebesar $109,5^\circ$.

3. Model Lautan Elektron pada Ikatan Logam

Ikatan logam dijelaskan melalui model Lautan Elektron (Drude-Lorentz). Atom-atom logam melepaskan elektron valensinya sehingga menjadi kation positif yang tersusun kaku. Elektron-elektron valensi yang lepas ini tidak terikat pada satu kation saja, melainkan bebas bergerak terdelokalisasi di seluruh kisi kristal logam. Gerakan lautan elektron inilah yang menyebabkan logam mampu menghantarkan arus listrik dan panas dengan sangat baik.

Evaluasi Pemahaman Pemodelan 3D

1. Mengapa atom Natrium ($Na$) menyusut ukurannya setelah elektron valensinya ditarik dan ditransfer ke Klorin ($Cl$)?

2. Bentuk geometri tetrahedral pada molekul Metana ($CH_4$) terjadi sebagai akibat dari proses...

Thumbnail Absensi

E-Absensi Shalat

E-Absen Kokurikuler & Pembiasaan